Tips Singkat Membuat Mie Pocong


Istilah mie pocong pertama kali dicetuskan oleh kritikus mie goreng yang sekarang menjabat sebagai Kabag Sekretariat Pemkab Tanah Bumbu berinisial TAS. Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh beberapa orang termasuk saya sendiri. Kenapa disebut mie pocong? Baca lebih lanjut

Guru, Kok, Ikut Lesehan?


Saya baru sadar kalau di antara orang-orang yang hadir di Lesehan Seni dan Sastra, Minggu 30 April 2017 kemarin beberapa di antaranya berprofesi sebagai guru. Bahkan, beberapa jemaah lesehan juga sempat terkejut karena melihat sesosok berambut gondrong berkopiah hitam dengan baju adat Bali yang mengaku sebagai guru dan faktanya sampai detik ini masih aktif mengajar di SMKN 1 Kusan Hilir. Baca lebih lanjut

Lesehan Seni dan Sastra, Membebaskan Tubuh dan Pikiran


Seni itu indah, cantik dan menyejukkan. Seni itu membuat bahagia, membuat siapa saja rileks, dan gembira ria. Kalau berkesenian membuat kita sakit kepala, sesak napas, bingung, dan sakit perut, itu berarti kita belum benar-benar melakukan perjumpaan batin dengan sesuatu bernama seni. Dan tentu saja kita belum sampai kepada esensi seni itu sendiri. Bisa jadi itu seni jadi-jadian atau seni yang dioplos dengan kepentingan untuk mencari popularitas.  Baca lebih lanjut

Pendidikan Agama (Materialisme) di Sekolah


Ada banyak sekali pelajaran berharga yang saya peroleh dari sekolah. Salah satunya yakni ukuran ketampanan seorang pelajar tidak dilihat dari tekstur wajahnya, tetapi  dilihat dari merk sepeda motor yang ia gunakan. Semakin mahal motornya, semakin ganteng. Semakin murah, semakin jelek wajahnya. Sementara jika motornya berharga murah, kreditan, nunggak pula, bisa Anda bayangkan betapa jelek dan nistanya pelajar tersebut. Baca lebih lanjut

Mencari Teroris di Warung Kopi


Sudah setahun terakhir Yanto Mbelok berkeliling dari warung ke warung, dari pasar ke pasar, dari desa ke desa, untuk mencari tahu apakah paham radikal dan aksi terorisme benar-benar menjadi ancaman serius bagi bangsa dan negara? Bahkan, kemarin Yanto Mbelok sengaja menginap di lokalisasi prostitusi kelas sendal jepit untuk mencari informasi sejauh mana ancaman terorisme terhadap mbak-mbak penghuni lokalisasi. Baca lebih lanjut

Dilarang “Ngising” Sembarangan!


Data Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2014 menyebutkan sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih hobi Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Dan karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling tinggi kadar syukurnya dan paling tinggi level kesabarannya, mereka yang hobi BAB itu bisa mandi dan mencuci pakaian di sungai yang sama tanpa merasa risih, apalagi jijik.

Baca lebih lanjut

Islam Saya, Islam yang Salah 


​Kalau antum ingin melaksanakan sunnah, jadi orang Islam beneran, sebaiknya antum segera berhenti jadi PNS (sekarang ASN). Alasannya karena gaji pegawai itu bersumber dari uang yang campur aduk, dari pajak tempat prostitusi, diskotek, rumah makan yang menyediakan menu babi goreng masak habang, dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut