Majelis Haha-Hihi Gelar Lesehan “Save Meratus”


BATULICIN – Majelis Haha-Hihi kembali menggelar Lesehan Seni dan Sastra bertajuk “Save Meratus”. Meski terkesan dadakan, tetapi acara yg terlaksana pada minggu, 14 Januari 2018 berjalan lancar. Lesehan tersebut dihadiri sejumlah penyair seperti Abdul Karim, M Johansyah, Mahdiansyah, dan Tato A Setyawan.

Continue reading “Majelis Haha-Hihi Gelar Lesehan “Save Meratus””

Iklan

Pertunjukan Langka Manugal Seni di Ladang Satui


Malam pergelaran seni “Manugal Seni di Ladang Satui”, Sabtu (30/12/2017) diisi dengan beberapa pertunjukan yang agak langka. Di awal pergelaran, penampilan Cak Imam Bukhori yang jauh-jauh datang dari Balangan memang tidak mengecewakan Mas Bambang Sucipto dan Mbak Mahda Emjie sebagai tuan rumah.

Continue reading “Pertunjukan Langka Manugal Seni di Ladang Satui”

5 Puisi Terbaik Pekan Ini (Mandai Magazine)


Setelah di edisi sebelumnya kami merilis daftar 5 penyair paling berpengaruh di Kabupaten Tanah Bumbu, hari ini kami mencoba memilih 5 puisi terbaik yang ditulis dalam waktu satu minggu terakhir. Tentunya ini bukan hal yang mudah, karena ada banyak sekali puisi yang ditulis dalam kurun waktu tersebut.

Continue reading “5 Puisi Terbaik Pekan Ini (Mandai Magazine)”

Koes Plus dan The Beatles, Harmonisasi Vokal Tiada Dua (Bagian III)


Yang tidak bisa dilupakan dari Koes Plus dan The Beatles adalah harmonisasi vokalnya. Harmonisasi vokal mereka memang khas. Dan tidak semua band bisa membuat nada sedemikian indah seperti mereka. Kalau kita mendengar lagu Koes Plus atau Beatles, kita pasti merasa ingin ikut menyanyi, atau setidaknya kita ikut menjadi backing vokal di setiap lagunya.

Continue reading “Koes Plus dan The Beatles, Harmonisasi Vokal Tiada Dua (Bagian III)”

Koes Plus dan The Beatles (Bagian I)


Koes Plus dan The Beatles Media massa memberi gelar “The Beatles Indonesia” kepada Koes Plus. Namun, bagi saya yang menyukai keduanya, dan sekaligus mencermati lagu-lagunya, The Beatles dan Koes Plus adalah dua hal yang amat jauh berbeda. Orang yang mengetahui satu dua lagu Beatles dan satu dua lagu Koes Plus mungkin akan langsung setuju dengan opini media saat itu. Bagi saya, Beatles, ya, Beatles. Koes Plus, ya, Koes Plus.

Continue reading “Koes Plus dan The Beatles (Bagian I)”

Koes Plus dan The Beatles (Bagian II)


Karena kecintaan saya kepada dua band ini, saya ingin menulis sedikit catatan tentang hubungan antara Koes Plus dan The Beatles dari perspektif saya pribadi. Catatan ini saya tulis sekaligus untuk mengenang meninggalnya vokalis, gitaris, sekaligus pencipta lagu Koes Plus, Yon Koeswoyo, pada 5 Januari 2018.

Continue reading “Koes Plus dan The Beatles (Bagian II)”

5 Penyair Paling Berpengaruh di Tanah Bumbu (Mandai Magazine)


Tidak mudah memilih lima penyair terbaik dari puluhan penyair yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Oleh karena itu, Mandai Magazine sebagai satu-satunya media sastra terpercaya di Bumi Bersujud mencoba menyeleksi daftar penyair dengan sejumlah kriteria.

Pertama, penyair harus memiliki kemampuan membaca puisi dengan baik dan benar. Kemudian, penyair harus memiliki kualitas vokal prima dan memiliki karakter vokal yang unik. Tak hanya itu, penyair yang kami pilih juga harus memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat. Selain itu, sang penyair tentu saja harus menginspirasi banyak orang melalui puisi-puisi yang ia deklamasikan.

Continue reading “5 Penyair Paling Berpengaruh di Tanah Bumbu (Mandai Magazine)”

Islam Kaffah, Tapi, Kok, Masih Makan Duit APBD?


uang-rupiah-ok

Tadi sore saya kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah dua orang sahabat terbaik saya yang katanya sudah berhijrah. Itu terlihat dari penampilannya yang sangat jauh berbeda dibandingkan penampilannya dulu. Sekarang mereka terlihat jauh lebih religius. Itu dibuktikan dengan celananya yang berada di atas mata kaki, dan jenggotnya yang lumayan panjang. Saat ini mereka bekerja di salah satu perusahaan tambang batubara, dan satunya lagi bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara. Continue reading “Islam Kaffah, Tapi, Kok, Masih Makan Duit APBD?”

Lesehan Seni dan Sastra ke-10, Momen Perpisahan dengan Bu Sinar


Lesehan Seni dan Sastra Edisi ke-10 Kegiatan Lesehan Seni dan Sastra edisi ke-10 yang digelar di Hutan Kota Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu, menjadi momen perpisahan kami dengan Bu Seraffin Sinar, salah satu tokoh yang sudah bergabung sejak lesehan edisi kedua pada Agustus 2016 silam.

Continue reading “Lesehan Seni dan Sastra ke-10, Momen Perpisahan dengan Bu Sinar”

Menyelamatkan Sejarah


Denny Sakrie berupaya menyelamatkan sejarah musik Indonesia dengan menulis buku berjudul “100 Tahun Musik Indonesia”. Kalau ia tidak menulis, masyarakat Indonesia tak akan pernah tahu kalau di negeri ini ada banyak sekali musisi yang kualitasnya tidak kalah dengan musisi-musisi legend di Barat sono.

Continue reading “Menyelamatkan Sejarah”