Pendidikan Agama (Materialisme) di Sekolah


Ada banyak sekali pelajaran berharga yang saya peroleh dari sekolah. Salah satunya yakni ukuran ketampanan seorang pelajar tidak dilihat dari tekstur wajahnya, tetapi  dilihat dari merk sepeda motor yang ia gunakan. Semakin mahal motornya, semakin ganteng. Semakin murah, semakin jelek wajahnya. Sementara jika motornya berharga murah, kreditan, nunggak pula, bisa Anda bayangkan betapa jelek dan nistanya pelajar tersebut. Baca lebih lanjut

Mencari Teroris di Warung Kopi


Sudah setahun terakhir Yanto Mbelok berkeliling dari warung ke warung, dari pasar ke pasar, dari desa ke desa, untuk mencari tahu apakah paham radikal dan aksi terorisme benar-benar menjadi ancaman serius bagi bangsa dan negara? Bahkan, kemarin Yanto Mbelok sengaja menginap di lokalisasi prostitusi kelas sendal jepit untuk mencari informasi sejauh mana ancaman terorisme terhadap mbak-mbak penghuni lokalisasi. Baca lebih lanjut

Dilarang “Ngising” Sembarangan!


Data Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2014 menyebutkan sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih hobi Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Dan karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling tinggi kadar syukurnya dan paling tinggi level kesabarannya, mereka yang hobi BAB itu bisa mandi dan mencuci pakaian di sungai yang sama tanpa merasa risih, apalagi jijik.

Baca lebih lanjut

Islam Saya, Islam yang Salah 


​Kalau antum ingin melaksanakan sunnah, jadi orang Islam beneran, sebaiknya antum segera berhenti jadi PNS (sekarang ASN). Alasannya karena gaji pegawai itu bersumber dari uang yang campur aduk, dari pajak tempat prostitusi, diskotek, rumah makan yang menyediakan menu babi goreng masak habang, dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut

Mukhtar Wahid, “Wartawan Sufi” Sekaligus Guru yang Rendah Hati 


Kalau ada wartawan yang paling sering  dikomplain narasumber dan sering dimarahi karena tulisannya yang “aneh” dan “nyeleneh”, beliau lah orangnya. Beliau juga sangat terkenal dikalangan pejabat karena suka main rekam sembarangan. 

Baca lebih lanjut

“Saya Ngutang Karena Allah!”


Selain banyak yang menanyakan terkait suku dan agama, di antara  teman-teman saya juga cukup banyak yang penasaran mengenai mazhab atau aliran agama yang saya yakini.
Tak hanya itu, secara lebih spesifik, mereka juga mempertanyakan sebenarnya saya ini lebih condong ke NU atau ke Muhammadiyah, sebab selama ini saya dinilai tidak tegas dalam memilih satu di antara dua ormas tertua di Nusantara itu. Kadang NU, kadang Muhammadiyah, bahkan, sebagian dari mereka menduga saya adalah anggota FPI. Baca lebih lanjut

Tukang Sledeng 


Edgar Davids, Gennaro Gattuso, dan Roy Keane dikenal sebagai pemain sepakbola “tukang sledeng” yang secara khusus ditugaskan pelatih untuk merusak permainan lawan. Biasanya, mereka ditempatkan di posisi gelandang jangkar yang ketika di lapangan hijau berada tepat di depan centre bek. 

Baca lebih lanjut

Menafsirkan Kembali “Fundamentalisme Khandaq”



Saya menyebut Fundamentalisme Khandaq yang diangkat sebagai tema besar di Majelis Ilmu Kenduri Cinta pada 14 Februari 2017 merupakan gagasan, metode, dan cara berpikir agar kita tidak salah paham dalam menyikapi berbagai pemberitaan di media. Tak hanya berita dari media sosial, tetapi juga berita-berita dari media mainstream maupun media non mainstream di Indonesia. Baca lebih lanjut

Gambar Besar 



Saudara saya yang tinggal nun jauh di sana ikut mengomentari kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud yang rencananya akan mendarat di Indonesia pada 1 Maret 2017. Menurut dia kedatangan raja ketujuh Dinasti Saud ini jangan dilihat dari sudut pandang yang sempit, misalnya sang raja adalah seorang pemimpin nomor satu di Arab Saudi sekaligus penjaga dua kota suci Mekkah dan Madinah saja, sehingga setiap kebijakan yang ia lakukan dan setiap langkahnya adalah suatu kebenaran mutlak. Baca lebih lanjut

Enn…Uuu…


Markopit tergeletak di pinggir jalan. Kepalanya berdarah. Kaki dan tangannya patah karena ditabrak truk batubara yang melintas di jalan negara. Lalu Pak Haji datang menyelamatkannya. Ia segera menghampiri Markopit dan akan segera membawanya ke rumah sakit. Tetapi sebelum menyelamatkan orang tersebut Pak Haji menanyakan sesuatu kepada Markopit. 
“Agama sampeyan apa, Mas?” kata Pak Haji.

Baca lebih lanjut