Belum Ada Judul 



Puja Mandela 
Jika bukan karena kedermawanan dan kerendahan hati saya, entah bagaimana nasib ibu muda yang baru ditinggal mati suaminya tempo hari. Sungguh, saya tak tega melihat air matanya yang terus menetes. Saya tidak tega melihat kegelisahan yang tergambar jelas pada wajahnya. Bagaimana jika ia tidak bisa mengekspresikan gairah batinnya dalam beberapa hari kedepan? 

Saya khawatir ia akan melakukan hal-hal yang dilarang agama. Dan kalau saya membiarkan ini terjadi, itu sama saja saya membiarkan orang berbuat maksiat. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menikahinya dan menjadi pendamping hidupnya. Lagipula, wajahnya begitu cantik dan seksi, sangat ideal untuk dijadikan istri ketiga.

Saat ini ia merasa sangat bahagia hidup bersama saya. Apalagi, saat hari ulang tahunnya kemarin, saya memberikan kado paling istimewa yakni rumah mewah beserta isinya. Tak bisa dibayangkan jika saat itu saya tidak memberanikan diri untuk menikahinya, saya yakin ia akan hidup dalam kesengsaraan dan penuh dengan keputusasaan. Tidak menutup kemungkinan ia akan menjual dirinya di lokalisasi prostitusi atau menjual tubuhnya di dunia maya.

Karena dianugerahi sifat yang sangat dermawan, saya juga sering membantu anak-anak yatim, orang miskin, melarat, dan mereka yang tertindas hidupnya. Karena bantuan dari saya, sebagian dari mereka kini sudah hidup lumayan. Setidaknya mereka sudah tidak sesak napas seperti dulu.

Sebagian lainnya saya berikan bantuan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan ke universitas terkemuka di daerah ini. Lihatlah, saat ini mereka semua sudah berhasil menjadi sarjana. Tentu saja mereka berterimakasih karena keikhlasan saya membantu dan mendidik mereka. Kalau bukan karena saya, saya tak yakin mereka akan hidup enak seperti sekarang. Saya tak yakin mereka akan menjadi orang-orang sukses yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Di dalam organisasi yang saya bina, saya banyak melakukan revolusi pemikiran yang akhirnya memengaruhi pola pikir sebagian besar anggota. Saya mengatakan bahwa untuk menjalankan suatu organisasi haruslah dengan sungguh-sungguh dan profesional. Juga tidak mungkin sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik jika anggotanya gampang masuk angin, jarang sarapan, ngentutan, dan tidak pernah mandi wajib.

Kalau bukan karena revolusi pemikiran saya yang modern, orang-orang di daerah ini pasti tidak akan berpikir bahwa menyembah pohon adalah sesuatu kebodohan. Pun begitu dengan sesajen yang mereka berikan sebagai penghormatan kepada laut. Mereka begitu jumud dan kolot, terlalu tradisional. Mereka begitu takut meninggalkan tradisi nenek moyang mereka sendiri.

Untung Tuhan menciptakan manusia seperti saya. Manusia yang dermawan, arif, dan bijaksana. Manusia yang penuh welas asih. Manusia mampu menyelesaikan pelbagai masalah dengan jernih dan tidak tergesa-gesa. Manusia yang penuh terobosan dan penuh kejutan. Manusia yang selalu menuai pujian dari banyak orang. Manusia yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara.

Kata-kata yang keluar dari mulut saya adalah kebenaran. Kebenaran yang pasti benar, tidak mungkin salah. Karena kata-kata saya bersumber dari kemurnian hati saya dan keikhlasan saya dalam melakukan sesuatu. Tidak jarang saya harus bersembunyi di tempat yang paling sembunyi agar jasa-jasa saya tidak diketahui banyak orang. Bahkan, saya harus salat di shaf paling belakang agar orang tidak tahu kalau saya rajin ibadah.

Suatu hari saya bertemu kembali dengan seorang gadis muda yang baru ditinggal mati suaminya. Hati saya bergetar. Saya memegang pundaknya secara perlahan. Saya usap air matanya. Punggungnya saya belai begitu rupa, agar ia bisa bersabar dan ikhlas melepas kepergian suaminya. Sungguh kasihan gadis muda ini. “Kenapa Tuhan mentakdirkan engkau hidup sendirian di tengah kehidupan yang penuh kepalsuan?”

Yerusalem, 26.11.2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s