Mencari Jati Diri 



Kalau ada tamu yang berkunjung ke rumah kita, persilahkan saja masuk ke ruang tamu. Sambutlah ia seperti keluarga. Berikan ia secangkir kopi agar ia semakin betah berada di rumah kita. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kita tidak perlu menceritakan bagaimana kondisi dapur kita sekarang. Apakah beras kita masih ada? Apakah bumbu dapur masih lengkap? Apakah isi dompet kita masih memungkinkan untuk memberikan jamuan yang lebih baik? 

Kita tentu tidak mungkin menyajikan ayam panggang, sementara kemampuan ekonomi kita hanya mampu menyuguhkan singkong goreng kepada tamu kita. Jika kita memaksa untuk menghidangkan menu istimewa, namun untuk mendapatkan makanan itu kita harus berutang kepada tetangga, hal itu hanya akan menyulitkan kita di kemudian hari.

Kita harus belajar realistis. Kita syukuri saja jika hari ini kita hanya bisa makan singkong. Tak perlu mencitrakan diri kita sebagai orang kaya hanya untuk mendapat pujian dari orang lain. Tujuan kita bukan pada eksistensi, tetapi pada konsistensi. Inilah yang harus kita pahami agar perjuangan kita tidak terlihat tolol dan sia-sia.

Ada baiknya jika kita mereset ulang cara pandang kita. Kita harus kembali kepada khittah dan semangat perjuangan kita dahulu. Kita harus menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Dan untuk mencapai titik itu, yang pertama harus kita lakukan adalah bersedekah, bukan mengharap apalagi meminta sedekah.

Bukankah yang tinggi derajatnya ialah ketika ikhlas melakukan apa yang dibutuhkan masyarakat, seberat apapun itu. Jika belum lulus soal ini, mungkin kita memang belum berhasil menjadi manusia dewasa atau memang kita tidak ingin menjadi manusia yang benar-benar dewasa?

Suriname, 16.11.2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s