Majelis Al Glundungi 



Seseorang terlihat sibuk mencari nama yang pas untuk komunitas yang belum lama ini ia deklarasikan. Satu nama diusulkan, namun tiga hari kemudian nama tersebut dianggap sudah tidak relevan, sementara nama lain yang diusulkan juga dinilai tidak representatif sehingga membuat aktivitas kelompok tersebut hanya berputar-putar untuk mencari nama yang sesuai dengan selera seluruh anggota. 

Di tempat yang sama, mereka juga sibuk mendesain logo yang mampu mewakili pemikiran seluruh anggota komunitas. Salah seorang anggota membuat sebuah logo dengan latar belakang air, namun anggota lainnya memprotes bahwa logo tersebut dinilai tidak cocok karena “terlalu dingin”. Mereka mengatakan bahwa dibutuhkan sedikit unsur api untuk menggambarkan jiwa pemberontak yang ada di dalam diri mereka.

Ketika api dan air disatukan, beberapa anggota menyatakan tidak setuju dengan alasan air tidak mungkin menyatu dengan api. Keduanya memiliki karakter yang berbeda. Namun, beberapa pentolan komunitas menilai perpaduan antara api dengan air menunjukkan bahwa komunitas itu merupakan komunitas yang kaya karena memiliki sumber daya air dan sumber daya api yang cukup, sehingga mereka tidak akan merasa haus saat berada di padang pasir dan tidak akan merasa kedinginan saat berada di tengah hutan belantara.

Namun, argumentasi yang dikemukakan para petinggi komunitas ditolak oleh anggota. “Kalau api, ya, api saja. Kalau air, ya, air saja!” kata mereka serempak.

Sementara jauh di pelosok desa pesisir sekelompok manusia yang jumlahnya sedikit lebih besar terlihat berkumpul di bawah rindangnya pepohonan. Mereka bernyanyi, mereka membaca puisi, mereka menulis apa saja yang bisa mereka tulis, mereka bicara tentang jati diri dan berupaya untuk mempelajari hal-hal sederhana tentang hakikat kehidupan. Mereka berkumpul begitu saja tanpa deklarasi, tanpa pengumuman di media massa, dan tanpa sumbangan dari kaum berada.

Laut Merah, 6.11.2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s