Berdamai dengan Sang Nabi


 

Seseorang yang mengaku nabi datang ke rumah saya. Suatu kebanggaan bagi saya di datangi seorang yang mengaku sebagai utusan Tuhan. Kemudian, ia saya persilahkan duduk di pelataran rumah saya yang tidak terlalu lebar, tetapi cukup untuk dijadikan tempat nongkrong sambil minum kopi. 

Lalu, saya tanyakan apa maksud kedatangannya. Ternyata ia berasal dari sebuah desa yang karena berbagai pertimbangan terpaksa tidak akan sebutkan di sini. Namun, intinya kedatangannya ingin mengajak saya menjadi pengikutnya dan mengikuti aturan-aturan agama yang telah ditetapkan Tuhan melalui dirinya.

Saya menyimak seluruh perkataan yang ia sampaikan. Ia mengeluarkan berbagai macam dalil dan argumentasi tentang suatu persoalan di dalam agama yang ia bawa. Ia juga menceritakan pengalamannya saat menerima wahyu dari seseorang yang diduga sebagai malaikat.

Walaupun saya tidak sepenuhnya setuju, namun saya tidak pernah membantahnya sedikitpun karena saya lebih mementingkan perdamaian daripada harus adu argumentasi yang mengarah pada tindakan anarkisme.

Semakin ia menjelaskan semakin nampak bahwa ia adalah orang yang sesat. Namun, saya memiliki prinsip bahwa tamu adalah raja. Dan seorang raja haruslah dihormati dan dipatuhi semua perkataannya. Kalaupun misalnya ia ingin tinggal di rumah saya atau ingin tidur bersama istri saya, dengan senang hati akan saya persilahkan, sebab yang terpenting bagi saya adalah bagaimana memuliakan sang raja.

Ia kemudian mengajak salat berjamaah di rumah saya. Tentu saja ia saya persilahkan menjadi imam, sementara saya menjadi makmumnya. Sejujurnya saya tidak sreg karena harus salat di belakangnya, tetapi bukankah ia adalah tamu? Dan saya sebagai seorang manusia wajib menghormati tamu yang datang ke rumah saya.

Setelahnya, ia begitu menikmati tinggal di rumah saya. Bahkan, ia sering tidur bersama istri saya. Saya pikir ini masih dalam batas-batas kewajaran. Toh, ia menyetubuhi istri saya dengan sangat lembut, tidak ada aksi kekerasan sama sekali. Apalagi, ia juga tidak pernah berniat membunuh saya.

Taheran, 4 November 2016

#Maiyah

#OrangMaiyah

#4November

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s