Puisi Persimpangan


ilustrasi

ilustrasi

Oleh Tato A Setyawan

barangkali di sini
riwayat puisimu lahir
dari hurufhuruf
dan tanda baca

ia perihal pagi
yang tibatiba sudah menjelma senja
dan aku berdiri diantara lariklarik itu
membaca musim

“tak usah sungkan, bukankah di tanganmu
ujung pena menari, meriwayatkan masa itu”. satu puisi kembali lahir

lembar demi lembar
satu kitab penuh huruf
berjejal, berpuluh tanda baca
menunggu dijemput

barangkali di sini
katakata merupa ruh
mata kompas jiwa
mencari jalan makna

di persimpangan
satu kata melesat
di satu pagi
yang tibatiba sudah menjelma senja

banjarbaru, 15.09.16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s