Kepada Siapa Ia Mengadu , Kepada Siapakah Ia Berkeluh Kesah…


image

Jika engkau membenci seseorang, apakah engkau akan membenci semua yang ada padanya?

Apakah engkau akan membenci senyumannya, membenci tatap matanya, atau membenci langkah kakinya? Atau mungkin kau akan membenci tekstur wajahnya, membenci hidungnya yang pesek, atau membenci jenggotnya yang tumbuh terlalu panjang, sehingga wajahnya terlihat seram dan menakutkan?

Apakah engkau akan membenci gaya bicaranya yang meledak-ledak? Apakah engkau akan membenci segala caci maki yang keluar dari mulutnya atau benci dengan apa saja yang ia ucapkan kepadamu? Apakah engkau akan membenci pemikiran-pemikirannya yang sempit dan cenderung mudah menyalahkan saudaranya sendiri? Atau engkau benci dengan sikapnya yang tertutup dan tidak mau bergaul dengan orang lain karena menganggap selain dirinya adalah kumpulan orang bodoh dan tolol?

Kalau misalnya, ia adalah tetanggamu. Apakah engkau akan membenci dirinya dengan tidak memberikan makanan, padahal ia sedang kelaparan, sementara harga kebutuhan pokok di luar sana amatlah tinggi dan sulit dijangkau orang miskin seperti dirinya. Apakah engkau tega melihat ia kesusahan dalam mencari pekerjaan, sementara banyak perusahaan yang memberhentikan karyawannya dengan berbagai macam alasan.

Bukankah engkau pun tahu, bahwa ia tidak punya orang lain yang bisa diandalkan selain dirimu. Dan apakah ketika ia mengetuk pintu rumahmu, engkau pura-pura tertidur lalu membiarkannya dalam kesendirian, sementara orang-orang disekitarnya sudah sejak lama meninggalkannya dalam kesunyian.

Kalau ia sedang kesusahan, maukah engkau menyisihkan sedikit gajimu untuk menjamin kehidupannya tiga hari kedepan? Kalau istrinya ingin melahirkan, maukah engkau mengantarkannya ke rumah sakit menggunakan mobil mewahmu, lalu engkau membantunya menyelesaikan urusan administrasi yang ribet itu? Kalau rumahnya digusur oleh pemerintah karena dianggap melanggar sempadan jalan, maukah engkau mendampinginya, mendengarkan segala keluh kesahnya, atau sekadar memberikan satu gelas air putih kepadanya?

Lihatlah sorot matanya yang sendu dan layu karena tidak pernah sarapan, apalagi kelonan, karena sibuk memikirkan sulitnya menjalani kehidupan. Ia benar-benar ditinggalkan, ia termajinalkan, ia sungguh-sungguh sedang kesepian. Ia butuh belaian, tapi istrinya sibuk menidurkan anak-anaknya yang sedang menangis karena kelaparan.

Ia butuh beras. Ia perlu bumbu dapur. Ia perlu bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam, gula, kecap, minyak goreng, juga terasi. Ia butuh bedak, gincu, dan sabun mandi. Ia butuh pembalut dan sabun pembersih organ kewanitaan untuk istrinya. Ia butuh susu untuk anaknya. Ia butuh makanan bergizi untuk menjamin kehidupan keluarganya. Ia butuh sepeda motor. Ia butuh uang untuk membeli bensin. Ia butuh banyak uang untuk membeli rokok. Apalagi, hari ini terdengar kabar bahwa pemerintah akan menaikkan harga rokok yang sudah pasti tak akan terjangkau olehnya. Dan tentu saja ia butuh dirimu untuk membantunya keluar dari seluruh masalah yang sedang ia hadapi.

Tidakkah engkau kasihan kepadanya?

Kalau engkau membenci dirinya. Kalau engkau membenci senyumannya. Kalau engkau membenci tatap matanya. Kalau engkau membenci langkah kakinya. Kalau engkau membenci jenggotnya yang tumbuh terlalu panjang. Kalau engkau membenci gaya bicaranya yang meledak-ledak. Kalau engkau membenci pemikiran-pemikirannya, lalu engkau memutuskan tali silaturahmi dengannya. Kepada siapa lagi ia mengadu. Kepada siapakah ia berkeluh kesah. Kepada siapakah ia berterus terang. Kepada siapakah ia menceritakan seluruh permasalahan yang semakin hari semakin menyesakkan dada?

Kalau ia bertekuk lutut di hadapanmu,mencium kakimu, dan meminta maaf atas segala kesalahannya, maukah engkau memaafkannya? Maukah engkau memeluknya dan mengusap air matanya? Maukah engkau memberikan sedikit makanan untuk mengganjal perutnya yang kosong?

Tel Aviv, 14 Agustus 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s