“Rindang Dandam” Musik dan Sastra Tanah Bumbu


image

Melihat para sastrawan, para guru, dan pegiat seni ngumpul jadi satu dalam suatu forum, atau kami biasa menyebutnya majelis, merupakan suatu kebahagiaan yang hanya bisa disejajarkan, mungkin dengan berpoligami atau dengan cara korupsi berjamaah bagi para oknum pejabat di republik yang amat relijiyes ini.

Lebih-lebih saat melihat betapa bersemangatnya teman-teman dan para senior di bidang sastra yang datang dari wilayah yang bisa dibilang lumayan jauh seperti dari Pagatan Kecamatan Kusan Hilir dan Mantewe Kecamatan Kusan Hulu. Bahkan, saking semangatnya, Mbak Nismarini, seorang pecinta seni bersedia datang jauh-jauh dari Serongga, Kabupaten Kotabaru. “Wah, luar biasa,”batin saya. “Apalagi beliau perempuan. Naik motor sendiri pula. Tiga belas jempol untuk sampeyan mbak.”

Minggu 29 Mei 2016, merupakan awal sebuah gerakan dari para pegiat musik dan sastra di Bumi Bersujud untuk menciptakan ruang dialog sekaligus untuk memberikan wadah para pemuda untuk menyalurkan bakatnya di bidang musik dan sastra yang selama ini masih kalah populer dengan pertunjukan hiburan seperti Color Run, atau Dj Party.

Dan untuk mewujudkan hal tersebut, saya bersama seniman “Internasional” Arif Rahman Al Banjari mencoba menggelar pagelaran musik dan sastra yang dikonsep sangat sederhana yakni menggelar pertunjukan di Taman Kota Kapet Kecamatan Simpang Empat.

Taman Kota Kapet merupakan salah satu kawasan rindang yang banyak ditumbuhi pepohonan dan sering dimanfaatkan sebagai tempat bersantai masyarakat, walaupun sebenarnya lebih sering digunakan sebagai tempat maksiat.

image

image

image

image

image

image

Sebelumnya rencana menggelar kegiatan ini sudah kami sampaikan kepada ayahanda Andi Jamaluddin, sastrawan senior di Kalimantan Selatan. Kami juga sudah menyampaikan kepada Ketua Komunitas Bagang Sastra Tanah Bumbu M Johansyah. Selain mendapat dukungan dari dua orang “legend” tersebut, pagelaran ini juga mendapat dukungan penuh dari teman saya yang sama-sama hobi menulis yaitu Kanjeng Mia Ismed yang mengabdi sebagai pengajar di SMPN 2 Simpang Empat.

image

image

image

Agar pagelaran ini semakin meriah, saya mengajak beberapa orang yang memiliki kepedulian luar biasa terhadap eksistensi seni musik di Kabupaten Tanah Bumbu. Salah satu yang patut diacungi sembilan belas jempol yakni, Bang Chally. Beliau ini juga bekerja sebagai guru di SDN 2 Tegal Rejo, Serongga. Selain aktif sebagai “Umar Bakrie”, beliau termasuk sosok yang tak kenal lelah untuk mewariskan bakat seninya kepada murid-muridnya.

Selain itu, masih banyak kontribusi teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Yang jelas mereka semua adalah orang-orang “pilihan Tuhan” yang terus berupaya untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh para pemuda di Kabupaten Tanah Bumbu.

image

image

image

Di dalam forum tersebut, saya dan teman-teman mendapat motivasi dan dukungan yang luar biasa. Tentunya agar pagelaran seperti ini digelar secara rutin dan konsisten. “Jangan PPTA (panas-panas tai ayam),” ujar Bunda Fajar, salah satu pemerhati seni di Kabupaten Tanah Bumbu.

Ya, begitupun kami. Kami juga ingin sekali kegiatan ini digelar secara rutin dengan tema yang berbeda-beda di setiap pertemuannya. Kami juga ingin memberdayakan dan mengembangkan potensi-potensi anak-anak yang mungkin di sekolahnya kurang mendapat tempat karena sebagian para pendidik masih melihat prestasi murid dari nilai rapor-nya. Karena itu, entah kebetulan atau tidak, di majelis ini kami mendapat dukungan penuh dari para pendidik yang tidak sekadar mendidik, tapi bisa membagikan pengetahuan dan wawasannya kepada orang lain.

image

image

image

Satu nama lainnya yang pantas untuk disebutkan disini yakni, Kepala Sekolah SDN 1 Tungkaran Pangeran. Murid-muridnya biasa memanggil beliau Bunda Hanny. Walaupun beliau berhalangan hadir, namun dukungan dan motivasi beliau-lah yang memberikan semangat untuk terus berupaya mengembangkan dan memberikan wadah berekspresi para generasi muda. Dan semoga beliau bisa hadir untuk menyumbangkan pemikirannya kepada jamaah majelis dalam pagelaran-pagelaran selanjutnya.

Oh iya, terimakasih pula kami sampaikan untuk Pak Johansyah yang memberikan tema “Rindang Dandam Musik dan Sastra”. Memang, rindang betul pagelaran kali ini. Terimakasih pak!

Batulicin, 30 Mei 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s