Syaikh Slamet Al Maklumi


image

Menurut penuturan mbah Slamet, memaklumi sesama makhluk merupakan salah satu kunci sukses hidup di dunia. Sebagai contoh, kalau ada sekelompok anak muda yang wafat karena mengoplos minuman keras dengan autan, kita tak boleh menghakimi apalagi mencaci. Kita cuma harus memaklumi. Itu pesan beliau.

Lagipula kita sebagai manusia tak pernah tahu bagaimana kondisi anak muda tukang mabuk saat ajal menjemput mereka. Kita juga tak tahu apa yang diucapkan anak muda tersebut saat menghembuskan nafas terakhir. Siapa tahu mereka mengucapkan kalimat tauhid, dan akhirnya Tuhan memasukkannya ke dalam surga. Siapa tahu lho ya…

Sementara kita justru sibuk mencela, kenapa kok alkohol dioplos autan, kenapa tidak menggunakan baygon atau sabun colek saja? Padahal kita belum tahu, akan mati dengan style seperti apa. Bisa jadi seseorang akan mati dengan keadaan bersujud, tapi di dalam sujudnya, ia sedang berada di puncak kesombongan dan merasa bahwa sujudnya lah yang terbaik.

Jadi, kalau ada suami yang minta berpoligami, ibu-ibu jangan takut. Sikap pertama yang harus dilakukan adalah memaklumi. Dan Anda juga  tak harus percaya apa kata mbah Slamet. Cukup maklum dengan fatwa beliau.

Begitu juga dengan tulisan ini. Kalau kiranya agak nggak nggenah, kurang pas di hati, atau cenderung sesat menyesatkan, ya harap maklum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s