Suudzon di Toilet Umum


image

Ilustrasi

Bicara toilet itu memang serba salah. Dibilang penting tapi sebagian orang pasti menganggapnya tabu. Karena inilah agak jarang ada yang tertarik mengulas soal toilet. Yang paling umum adalah soal toilet duduk dan toilet jongkok.
Banyak artikel di dunia maya yang membahas antara dua jenis toilet ini. Mayoritas masyarakat modern memang lebih menyukai toilet duduk.Tinggal pencet, semuanya beres. Benar-benar praktis.‬

‪Tetapi tidak sedikit masyarakat yang masih menggunakan toilet jongkok. Mereka yang masih menggunakan toilet jongkok kebanyakan karena mengikuti tradisi turun temurun. Yang saya tahu, dari segi medis toilet jongkok memang lebih lebih sehat. ‪Bagi saya silahkan saja, mau jongkok atau duduk monggo.Yang penting anda jangan duduk di toilet jongkok, dan jangan jongkok di toilet duduk. ‬

Selain dua jenis toilet tadi, ternyata ada sebagian kecil masyarakat yang tidak menggunakan keduanya. Mereka masih melestarikan tradisi nenek moyang yakni BAB di sungai. Kalau anda pernah ke Pulau Kalimantan, keberadaan jamban di pinggir sungai merupakan hal yang lumrah. Saya tak bisa membayangkan mereka yang terbiasa BAB di jamban terpaksa harus menyelesaikan urusan biologis di toilet duduk. Wah, kayaknya repot bener itu.

Anda jangan ikut-ikutan membayangkan. Sebab hasilnya pasti menggelikan sekali. Menurut hemat saya, orang yang terbiasa menggunakan toilet duduk, dapat dipastikan orang tersebut bisa dengan mudah menggunakan toilet jongkok. Bahkan jamban tradisional sekalipun. Wong tinggal jongkok, yang penting airnya cukup. Beres!‬ ‪Tapi ini tidak berlaku dengan masyarakat tradisional yang tak terbiasa dengan toilet duduk.

Dulu, ketika saya belum familiar menggunakan toilet duduk, saya pasti menghindar dan akan mencari toilet jongkok. Apalagi kalau sedang berada di mall atau pusat perbelanjaan modern lainnya.‬ ‪Kalau membuka pintu toilet dan melihat bahwa didalamnya cuma ada toilet duduk, saya langsung menutup pintu toilet dan mencari toilet lainnya yang bergenre jongkok. Tetapi belakangan, saya mulai menyukai toilet duduk. Mungkin juga saya sudah terbawa arus modernitas sehingga urusan toilet saja harus yang modern juga.‬ ‪Tapi itu tak penting.

Yang jauh lebih penting, ketika anda hendak menggunakan toilet duduk di mall, di pesawat terbang atau di pusat perbelanjaan modern, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.‬ ‪Yang pertama, anda dilarang berprasangka baik. Di toilet umum modern, prasangka baik itu haram hukumnya. Pokoknya sampai anda membuka pintu toilet, anda harus bersikap suudzon. Suudzonnya harus selevel dengan suudzon masyarakat Indonesia kepada para pemimpin di republik ini. Ingat, suudzon. Bukan Fadli Zon. Heu… ‪

Kemudian yang harus dilakukan adalah mengecek apakah tombol siram toilet (flush closet) masih berfungsi normal atau sudah rusak. Soalnya tidak sedikit orang yang lupa mengecek tombol ini lalu menyesal kemudian.‬ ‪Masalahnya tak sampai disitu. Anda harus lebih waspada lagi ketika menemukan tombol siram rusak, sementara toilet berada dalam posisi tertutup.‬ ‪

Kalau sudah begini, anda tak perlu berfikir panjang. Silahkan tinggalkan toilet itu dan jangan pernah berprasangka baik dengannya.‬ Sudah memaparkan panjang lebar seperti ini, eh, teman saya nggak percaya. Kebetulan dia orangnya selalu khusnuzon, dia selalu berprasangka baik. Dia termasuk orang yang jarang sekali marah. Karena itu saya sangat senang menjalin pertemanan dengan dia walaupun pada akhirnya dia kerap menjadi korban bully saya. Dia termasuk orang yang tidak percaya jika saya bicara soal toilet.

“Ah, apa itu, topik begitu kok dibahas. Nggilani banget,”katanya, sembari menutup telinganya. “Ya sudah, kalau memang menurutmu nggak menarik bahas yang lain saja,”kata saya. Suatu ketika dia mendatangi saya. Wajahnya terlihat lesu, lemes, tetapi saya melihat ada kejengkelan terpendam didalam hatinya. “Kok nggak biasanya, kaya orang belum sarapan aja.

Sarapan itu penting lho, biar nggak gampang marah dan nggak gampang lesu,”kata saya memulai obrolan. “Aku lagi nggak selera makan bro”. “Lho, ono opo to (ada apa sih)?” “Ternyata kamu bener. Kemarin aku kebelet, terus mampir di toilet umum di mall. Waktu itu aku lupa ngecek tombolnya. Eh, langsung aja tak buka tutup toiletnya itu. Habis itu…” “Setelah itu gimana bro?” “Asu tenan. Pokoknya asu tenan. Kamu bener, ternyata suudzon di toilet umum itu memang penting….!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s