Rayuan Gombal SPG Rokok


image

Momen tersulit lelaki perokok itu ketika berada di antara kepungan SPG rokok cantik nan seksi yang sedang memaksa calon konsumennya untuk memborong rokok yang mereka jajakan. Situasi akan lebih pelik ketika calon konsumen mengetahui bahwa merk rokok yang dijual bukanlah merk rokok favorit mereka. Opsinya cuma dua. Menolak, atau membeli dengan konsekuensi rokok tersebut terbuang percuma. 

Bagi pria yang cuek dengan wanita-wanita seksi ala SPG rokok, menolak rayuan maut mereka bukan perkara yang sulit. Gampang sekali. Tetapi ini menjadi masalah besar bagi pria-pria “gatel” yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bertukar pin Blackberry Messenger atau hanya sekadar berkenalan dengan SPG rokok.

“Mas, rokoknya, Mas. Silahkan dicoba. Gratis isep satu batang”. Seorang SPG rokok cantik nan seksi biasanya menyapa targetnya dengan santun. Suaranya lemah lembut dan agak serak-serak basah. Rambutnya hitam terurai lurus. Persis model iklan sampo yang biasa mejeng di televisi nasional. Gesture tubuhnya sangat gemulai. Menurut saya, itu menunjukkan bahwa dia termasuk wanita yang sayang anak.

Melihat sosok seksi dihadapannya, teman saya langsung terkesima. Untung air liurnya tidak menetes. Kalau diperhatikan, lumayan juga. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, mereka tak kalah dengan para pramugari profesional. Ya, tidak semua SPG rokok berpenampilan seperti itu. Tetapi entah kenapa, hari itu saya juga ikut menikmati momen tersebut. Setelah menyapa kami, dia langsung menawarkan produk rokok yang sedang dipromosikan. Hmm… Tetapi setelah saya bolak balik, kok tidak ada yang spesial. Biasa saja. Kurang lebih sama dengan merk rokok lainnya yang biasa dijual di kios-kios rokok. Bungkusnya tidak istimewa. Kalau dicium, baunya tidak terlalu menyengat.

Sementara teman saya yang perokok berat nampaknya sudah mulai kena sirep, rayuan gombal SPG rokok. “Satu bungkusnya berapa, Mbak?” kata saya, sambil basa-basi, karena sebenarnya saya tidak tertarik dengan rokoknya. “Lho kok nanya satu bungkus sih mas. Kalau beli itu satu pak dong. Ayolah mas, tolong dibeli. Rp 100 ribu satu pack-nya”. “Nah, kapok,”bathinku. “Kebetulan sekali, Mbak. Teman saya ini pasti mau beli dagangan sampeyan. Wong dia orang kaya,” kata saya sambil menepuk pundak seorang teman yang berada disebelah kanan saya. Setelah saya berkata demikian, teman saya langsung berbisik,”Asu tenan. Duitku tinggal 200 ribu di dompet. Tadi kan sudah mborong rokok sama SPG yg lain. Padahal bojoku nitip beli susu anakku. Mana ATM ku ketinggalan lagi”. Xixixixi…. Mendengar jawabannya itu saya cuma bisa cekikikan.

Modyar! Makanya jangan banyak gaya. Sebelum SPG cantik ini datang, teman saya sebenarnya sudah memborong beberapa bungkus rokok yang ditawarkan SPG rokok lainnya. Aksi borong rokok ini bukan karena faktor kebutuhan. Motivasi utamanya sebenarnya hanya ingin berkenalan dengan SPG seksi tersebut. Kalau cuma satu SPG sih nggak masalah. Tapi kalau ada tiga sampai empat SPG yang datang bagaimana? Bisa-bisa uang Rp 1 juta di dompet langsung lenyap tak bersisa. Kalau saya sih mending ditabung untuk menambah koleksi gitar di rumah. Tapi setiap manusia memang memiliki selera berbeda. Dan sepertinya uang Rp 200 ribu yang tersisa di dompet teman saya itu akan benar-benar lenyap sebentar lagi.

“Ayolah, Mas. Dibeli rokoknya. Ini tinggal dua pack. 200 ribu saja lah. Nanti saya kasih pin Blackberry saya. Spesial untuk Mas-nya.”

Wuiiih… Pin BB bro. Teman saya senang bukan kepalang. Bagaimana tidak, wong wanita yang ada dihadapannya ini cantik bak bidadari. Keseksiannya nggak kalah sama Aura Kasih atau Nikita Mirzani. Kalau soal face, Dian Sastro Wardoyo pun lewaaaat.

Ditengah pergulatan batin antara membeli atau menolak, tiba-tiba ponsel teman saya berdering. Saat saya intip, ternyata yang menelepon adalah My Honey alias istri tercintanya. Tuit…tuit…tuiiiit… “Ha..ha..Hallo…” “Iya sayang. Lagi dimana, jangan lupa beli susu untuk anakmu ya? Wah wah. Dalam posisi genting seperti itu, lebih baik saya pamit permisi saja lah. “Maaf bro, aku permisi mau kencing dulu. Nanti kalo sudah dapat pin BB-nya dibagi ya? Heuheuheu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s