Pramugari dan Perawat Puskesmas


image

Ilustrasi

Satu hal yang paling mengangumkan dari para pramugari adalah bagaimana mereka bisa selalu tersenyum manis saat menyambut dan melepas penumpang di kabin pesawat. Bahkan pada kondisi darurat sekalipun. Karena itu, saya selalu kagum dengan profesi pramugari yang selalu ramah melayani penumpang.

Mungkin, salah satu syarat yang ditetapkan oleh perusahaan pengelola penerbangan yakni dengan mengukur sebarapa pandai mereka bisa mengumbar senyum. Tentunya pramugari juga harus memenuhi berbagai kriteria lainnya seperti memiliki paras ayu, memiliki postur tubuh yang ideal, pintar dan cerdas. Inilah hebatnya pramugari. Walaupun dalam mood paling buruk sekalipun, mereka tidak pernah cemberut (merengut ; Jawa). Para pria yang memiliki kekasih seorang pramugari tak perlu khawatir kalau ketahuan selingkuh. Paling banter pramugari cuma bilang, “hanya bisa tersenyum dan mengelus dada”. Heuheuheu…

Saya adalah salah satu orang yang tidak bisa bahagia saat berada didalam pesawat. Baik itu pesawat bertiket mahal maupun bertiket murah. Dan sampai hari ini saya tidak pernah mau naik pesawat berbadan kecil yang hanya memuat puluhan penumpang. Bukannya takut, saya cuma males. Toh masih ada transportasi darat, yang menurut saya lebih hemat. Ingat! Takut sama males beda lho ya. Ketika didalam pesawat terbang, saya adalah salah seorang makhluk yang sangat sulit tersenyum dalam konotasi positif.

Saat pesawat berada di ketinggian tertentu, saya cuma bisa tersenyum kecut. Apalagi saat pilot atau pramugari saat mengumumkan bahwa cuaca sedang buruk, atau pesawat tersebut sedang mengalami gangguan mesin. Lagi-lagi ini soal betapa hebatnya pramugari itu. Mereka tetap tersenyum manis, walaupun kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Yang saya lihat dengan mata kepala sendiri memang seperti itu. Mereka bicara tentang cuaca buruk dengan mimik wajah yang anggun, seakan tidak terjadi apa-apa. Yang bisa saya simpulkan, pramugari memiliki prinsip untuk tidak akan membuat khawatir para penumpang.

Mereka sudah paham betul, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih ndeso, alias takut naik pesawat. Salah satu alasannya karena banyaknya insiden kecelakaan pesawat yang terjadi di republik ini. “Ah, seandainya para perawat di Puskesmas tingkat desa dan kecamatan bisa tersenyum manis bagaikan pramugari”. “Heuheuheu… Ngimpi,”kata teman saya yang baru pulang dari Puskesmas. Ya bisa, kenapa tidak. Tapi memang tidak mudah. Sebab budaya cemberut di Puskesmas tingkat desa maupun kecamatan sudah sangat mengakar.

Kita tak perlu heran, sebab sebagian besar diantara mereka adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya harus disibukkan dengan kegiatan dapur, merawat anak dan melayani suami. Belum lagi dengan kegiatan “nginem” seperti nyapu, ngepel, nyikat WC dan lain sebagainya. Tentunya kondisi seperti ini membuat mereka lelah saat melayani pasien. Wajar kalau mereka gampang merengut. Apalagi gaji bulanan mereka tak sebesar para pramugari.

Memang tidak semua seperti itu. Tapi itu tadi, mood-moodan. Kadang cemberut, kadang tersenyum. Apesnya, seringkali para pasien bertemu dengan perawat yang suka merengut. Hal seperti ini sering sekali saya dengar. Bahkan diantara teman-teman saya, banyak yang males pergi ke Puskesmas. Alasannya, karena perawatnya suka cemberut.

Ternyata tidak hanya beberapa teman saya saja yang beranggapan demikian. Istri saya ternyata juga memiliki pengalaman serupa dengan perawat yang pelit senyum.  
Ia mengaku jengkel kalau ada perawat yang seperti itu. Dia bilang,”males ah ke Puskesmas, perawatnya itu lho, cemberut terus”. Ya sudah kalau begitu. Nggak usah ke Puskesmas, kita jalan-jalan saja, siapa tahu ketemu mbak-mbak pramugari. Heuheuheu…. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s