Secangkir Kopi untuk Alvin Tan


image

Puja Mandela

Tak semua pelecehan terhadap agama Islam  harus disikapi dengan reaktif dan membabi buta. Adakalanya, orang yang melakukan pelecehan tersebut harus disambut dengan secangkir kopi plus pisang goreng.

Kalau mushaf Al Qur’an disobek – sobek atau dibakar di kawasan Timur Tengah, saya yakin pelakunya tak akan berumur panjang. Di Arab Saudi misalnya, jangankan melecehkan Al Qur’an, zikir berjamaah saja bisa digrebek polisi.

Makanya saya bersyukur, mengumandangkan sholawat atau zikir berjamaah masih umum dilakukan di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga tidak akan dihinggapi rasa was-was saat menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lha kalo di Saudi tidak bisa seperti itu. Ada perbedaan tradisi dan budaya sehingga di Arab Saudi melarang kegiatan sholawat, zikir berjamaah dan Maulid Nabi Muhammad.

Alvin Tan jelas tak punya nyali untuk menghina Islam di Arab Saudi. Selain ongkos-nya agak mahal, kalau hal itu dilakukan, baru niat melecehkan saja pasti sudah digerebek polisi.

Apalagi sampai merobek-robek mushaf Al Qur’an dan menjadikan mushaf La Qur’an sebagai tisu toilet seperti yang dia lakukan belum lama ini. Bisa dipancung ente…!

Tak perlu heran ketika Alvin Tan melecehkan agama Islam, yang paling tersinggung adalah warga Malaysia dan Indonesia. Adanya kedekatan geografis dan kultur agama menjadi alasannya.

Saya merasa bahagia sekali kalau memiliki kesempatan bertatap muka dengan Alvin Tan. Saya akan sambut dengan baik dan mengajak dia ke warung kopi terdekat. Kalau di Kalimantan, warung kopi juga menyediakan menu gorengan seperti pisang goreng, tempe mendoan dan tahu goreng.

Saya rasa tak perlu memprovokasi warga untuk menghabisi nyawa Alvin Tan ini. Dia jelas bingung melihat reaksi saya yang datar-datar saja, bahkan tak memperlihatkan ekspresi marah karena pelecehan yang dia lakukan.

“Silahkan diminum kopinya, itu gorengannya enak lho. Pisang goreng khas Kalimantan itu gurih dan renyah. Mungkin di daerah sampeyan cuma ada babi panggang”

“Sampeyan kok baik sekali sih. Padahal umat Islam seluruh Indonesia murka dengan saya, bahkan ada yang mau membunuh saya. Hhmm… Saya jadi terharu sekali. Oh iya, ngomong-ngomong pisang gorengnya enak sekali. Kriuk-kriuk, krenyes-krenyes”

“Iya karakter masyarakat Indonesia memang berbeda-beda. Ada yang marah-nya secara membabi buta, ada juga yang marah-nya diam-diam”

“Ooh jadi begitu ya. Kalau yang marah secara diam-diam itu seperti apa…?

“Biasanya sih sukanya ngeracun. Ngeracuni orang yang suka melecehkan kitab suci Al Qur’an. Ya kaya sampeyan itu, “kata saya, sambil menghirup kopi hitam yang masih cukup panas. Saat itu kopi hitam Alvin Tan tinggal setengah cangkir.

2 pemikiran pada “Secangkir Kopi untuk Alvin Tan

  1. ooo, gitu ya caranya menghadapinya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s