“Maaf, Agama Sampeyan Apa Ya…?!


image

“Maaf, agama sampeyan apa ya…?!

Tiba-tiba saya dikagetkan dengan pertanyaan seperti ini. Pertanyaan macam apa ini, ketemu belum lima menit, kok sudah bertanya perihal keyakinan, yang bagi sebagian orang adalah urusan pribadi.

Pertanyaan tersebut muncul melalui lisan seorang pedagang kaligrafi yang biasa menjajakan dagangannya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Rupanya, pedagang tersebut tidak melihat sedikitpun simbol-simbol keagamaan yang terpampang didalam rumah saya. Bukannya menemukan simbol-simbol tersebut, di ruang tamu rumah saya justru terpampang beberapa memorabilia beberapa musisi idola saya.

Jika melihat ke dinding kanan, akan terlihat poster The Beatles (1968), dimana salah satu personelnya yakni John Lennon, berpenampilan bak Yesus Kristus.

Sementara di sisi lainnya ada poster Iwan Fals (1990) dengan kacamata riben. Kemudian ada juga beberapa foto band Queen (1975) dan foto John Lennon muda (1964).

“Wah Yahudi banget nih orang. Kalau nggak ada gambar Ka’bah atau Wali Songo, minimal ada poster Nahdatul Ulama atau Muhammadiyah gitu lho, biar agak kelihatan Islami”. Mungkin kalimat seperti ini yang terpatri dalam pikiran pedagang kaligrafi itu.

Memangnya agama harus ditunjukkan melalui simbol-simbol seperti itu ya? Kalau saya tidak fanatik simbol Islam ya itu urusan saya. Yang terpenting, jangan karena simbol-simbol tersebut lalu kita melupakan esensinya.

Sejujurnya, saya sendiri tidak memungkiri, bahwa pada kondisi tertentu, simbol-simbol itu memang sangat diperlukan.

Suatu ketika, malaikat Malik bertanya kepada seorang warga Indonesia yang kesehariannya dikenal ahli maksiat. Malaikat Malik rupanya masih memberi kesempatan warga Indonesia tersebut untuk menjawab sebuah pertanyaan.

Malaikat Malik bertanya, “apa buktinya kamu seorang Muslim dan pecinta ulama, kalau keseharianmu hanya dihabiskan dengan maksiat. Bahkan solat pun tidak pernah…?

Orang tersebut berkata dengan sangat yakin, “ada…!!! tunggu sebentar saya ambilkan”.

Tak lama berselang warga Indonesia datang tergopoh-gopoh dengan membawa sesuatu.

“Ini buktinya,”

“Apa itu…? Tanya Malaikat lagi.

“Ini Kalender NU pak…”

Wahhh… Ya sudah langsung masuk Surga…!

Hehehe…. Ternyata simbol bisa menyelamatkan manusia dari api neraka ya? Iya setidaknya dalam dialog imajiner antara Malaikat Malik dan warga Indonesia itu.

Kembali ke pedagang kaligrafi tadi. Sembari menunjukkan beberapa item dagangannya, kemudian saya balik bertanya, “Kelihatannya, agama saya apa mas…?

Mendapat pertanyaan balik seperti itu, ia pun bingung dan tertawa. Setelah menoleh kesana kemari, mencari kalender Islam pun tak ada, tiba-tiba ia melihat foto saya dengan istri. Setelah melihat foto itu, dia berkata, ooohhh…. ternyata muslim ya…?

“Tau darimana?!” kata saya.

“Itu, istri-nya berjilbab,”katanya lagi.

“Oh iya..ya…..hehehehehe…….”

Tak bisa saya bayangkan kalau pedagang itu melontarkan pertanyaan yang lebih ekstrim seperti, “anda Sunni apa Syiah…?

Syafi’i atau Hambali…?

Jangan-jangan..?

Salam Lemper….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s