Freddie Mercury, Ikon Rock Sepanjang Masa


image

Puja Mandela

Menghidupkan kembali kejayaan band rock legendaris Queen dengan mengadirkan sosok Adam Lambert pada 2011 lalu mungkin hanya bisa sedikit mengobati kerinduan penggemar akan sosok Farokh Bulsara alias Freddie Mercury.

Bagi penggemar fanatik Queen, sampai kapanpun Freddie Mercury tak akan pernah tergantikan. Bahkan penampilan Axl Rose dan Elton John yang pernah membawakan ulang lagu klasik Bohemian Rhapsody di atas panggung belum cukup mampu menandingi karisma Freddie Mercury.

Elton John dan Axl Rose memang vokalis hebat. Elton John adalah salah satu ikon rock hebat di dasawarsa 1970-an dan Axl Rose juga muncul sebagai ikon hard rock di akhir 1980-an dan awal 1990-an. Bagi saya, Elton John adalah idola, begitupula dengan Axl Rose. Tapi keduanya belum cukup mempu menandingi karisma dan aksi panggung treatikal nan nyentrik seorang Freddie Mercury.

Pria kelahiran Stone Town, Zanzibar City, Tanzania pada  5 September 1946 dikenal sebagai sosok vokalis yang sangat ekspresif dan perfect dari segi kualitas vokal. Kualitas vokal 4 oktaf-nya yang sangat prima saat tampil live benar-benar mengangumkan.

Apalagi saat Freddie memainkan jemarinya diatas tuts piano, kualitas vokalnya tetap terjaga dengan sangat baik. Benar-benar entertainer sejati…!

Bersama Queen, Freddie Mercury mengadopsi konsep ngeband-nya The Beatles dimana keempat personel memiliki peran yang sama-sama besar dalam menghidupkan band. Mereka juga memiliki single hits masing-masing. Freddie Mercury (Bohemian Rhapsody/Killer Queen), Brian May (I Want It All/We Will Rock You), John Deacon (Another One Bites the Dust/I Want To Break Free), Roger Taylor (Radio Gaga/One Vision).

Ini bagaikan The Beatles di album Revolver (1966) dimana semua personel punya lagu masing-masing. John Lennon terkenal dengan Tommorow Never Knows dan And You Bird Can Sing, Paul McCartney (Elanor Rigby/Here There Everyhere), George Harrison (Taxman/I Want To Tell You) dan Ringo Starr (Yellow Submarine).

Dikutip dari Wikipedia, meskipun suara berbicara Freddie ada di kisaran bariton, ia menyanyikan sebagian besar lagu dalam kisaran tenor. Rentang vokalnya memiliki rentang dari bass F rendah (F2) sampai Soprano F tinggi (F6). Dia bisa bernyanyi hingga tenor F tinggi (F5). Penulis biografi David Bret menggambarkan suaranya sebagai “meningkat dalam beberapa bar dari suara serak, tenor, kemudian ke nada tinggi, coloratura sempurna, murni dan ‘mengkristal’ di nada puncak”.

Freddie adalah seorang Parsi, lahir di Zanzibar dan dibesarkan di sana dan di India sampai pertengahan usia remaja. Pada tahun 2002 , Freddie ditempatkan di nomor 58 dalam jajak pendapat BBC dari 100 warga Inggris terbaik, Ia terus menjadi salah satu penyanyi terbesar dalam sejarah musik populer.

Pada tahun 2005, sebuah jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Blender dan MTV2 menilai Freddie sebagai penyanyi laki-laki terbesar sepanjang masa Pada tahun 2008, majalah Rolling Stone meletakkannya pada No. 18 dari 100 penyanyi terbaik sepanjang masa.

Pada 2009, sebuah jajak pendapat Rock Klasik menempatkan Freddie Mercury sebagai penyanyi rock terbaik sepanjang masa. Allmusic telah menggambarkan Freddie sebagai “salah satu penghibur rock terbaik sepanjang masa”.

Walaupun di masa jayanya Queen masih dianggap sebelah mata oleh pers dan sebagian masyarakat Amerika, tetapi faktanya Queen tetap bisa menjadi legenda abadi dan tercatat sebagai band Inggris paling berkarakter bersama The Beatles dan The Rolling Stones.

Yang perlu dicatat, kejayaan Queen mewakili era 1970-an, dan 1980-an. Singkatnya, pada 1975, Queen menggebrak pasar musik dunia dengan album A Night At The Opera yang melejitkan single abadi Bohemian Rhapsody dan Love of My Life. Saat itu Queen langsung dinobatkan menjadi band besar di 1970-an. Brian May pernah mengatakan bahwa A Night At The Opera adalah Sgt Pappers Lonely Hearts Club Band-nya Queen.

Meski masih rutin merilis album dan populer dengan beberapa single seperti We Are The Champion dan We Will Rock You, mereka belum mampu membuat ledakan baru sehebat album A Night At The Opera.

image

Tepat 10 tahun kemudian, Queen bangkit kembali. Mereka menggebrak dunia musik melalui konser-konsernya yang luar biasa sukses. Salah satunya melalui konser akbar di stadion Wembley Inggris yang disaksikan 300 ribu penonton.

Satu tahun sebelumnya Queen tampil di konser Live Aid yang digagas Bob Geldof untuk membantu bencana kelaparan di Afrika dan diselenggarakan pada 13 Juli 1985. Namun, dibanding konser Queen Live in Wembley pada 1986, konser itu tak ada apa-apanya.

Konser yang diabadikan dengan menggunakan 15 kamera, termasuk satu di antaranya diambil dari helikopter, merupakan konser terbesar yang pernah dilakukan Freddie dan kawan-kawan.

Tak kurang dari 300.000 penonton menyaksikan langsung pentas Sang Ratu selama dua hari tersebut. Guna menunjang visualisasi, ditempatkan dua layar raksasa yang kabarnya merupakan big screen terbesar yang pernah dipasang di Stadion Wembley.

Sampai saat ini Queen masih dikenang sebagai band legendaris yang banyak sekali mendapat apresiasi dari seluruh penjuru dunia.

Menjelang akhir hidupnya, Mercury mulai kehilangan penglihatannya, dan kerusakannya begitu kuat, sehingga ia tidak bisa bangun dari tempat tidur. Karena kondisinya memburuk, Mercury memutuskan untuk mempercepat kematiannya dengan menolak untuk minum obat, dan hanya terus mengambil pembunuh rasa sakit.

Pada malam 24 November 1991, kira-kira dari 24 jam setelah mengeluarkan pernyataan itu, Mercury meninggal pada usia 45 di rumahnya di Kensington. Penyebab resmi kematian adalah bronkopneumonia akibat AIDS.

Terlepas dari kontroversi Freddie Mercury, ia tetap menjadi sosok vokalis rock yang hebat dan banyak memengaruhi musisi rock di era setelahnya. Sampai sekarang saya masih belum bosan menyaksikan dokumentasi konser-konser Queen di pertengahan 1980-an.

Menikmati musik Queen sama dengan menikmati The Beatles, ia akan selalu ada dan tak akan pernah ada habisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s