Mimpi Jadi Musisi? “Langkahi Dulu Mayat Kangen Band”


image

Oleh Puja Mandela

Belum lama ini saya ngobrol-ngobrol ringan bersama manajer salah satu rumah makan cepat saji di Batulicin. Kebetulan, dia teman dekat istri saya. Disana kami berbicara banyak hal. Perkembangan seni anak-anak muda di Kabupaten Tanah Bumbu menjadi topik utama kami saat itu.

Sebelumnya restoran cepat saji itu sudah beberapa kali menggelar pertunjukan stand up comedy dan pernah berencana menggelar pertunjukan musik dari berbagai komunitas.

Entah karena ada pertimbangan lain, berbagai pertunjukan tersebut urung dilaksanakan. Bisa jadi stand up comedy dan pergelaran musik yang ditampilkan tidak sesuai ekspektasi manajer restoran cepat saji itu.

Atau mungkin ketidakjelasan konsep acara yang digagas oleh pihak penyelenggara, saya juga kurang tahu dan tidak terlalu tertarik untuk mengetahuinya.

Memang, menampilkan stand up comedy tak seperti membuat roti. Semakin dicoba, rasanya semakin enak. Karena dalam setiap percobaan, berbagai kekurangan akan diketahui dan diperbaiki sehingga pada akhirnya tercipta roti yang lezat.

Stand up comedy berbeda, selain membutuhkan wawasan yang luas, kecerdasan seorang komedian berperan besar disini. Apalagi jika komedian lokal hanya melihat aksi komedian-komedian tingkat nasional tanpa dibekali influence dan kecerdasan yang luar biasa, tentu mereka akan sulit untuk berkembang.

Boleh lah satu kali pertunjukan mereka bisa menampilkan materi yang lucu. Tapi bagaimana jika mereka harus tampil satu minggu sekali? Bukankah membuat materi tak semudah membuat tempe goreng?

Ya saya cuma bisa mengkritik. Namanya juga tukang kritik. Tukang kritik jangan disuruh bikin bakso, sebab itu keahlian itu hanya dimiliki tukang bakso.

Kemudian perbincangan kami masuk ke permasalahan bakat-bakat seni musik lokal di Tanah Bumbu. Dia sepakat jika kultur masyarakat di Batulicin jauh berbeda dengan di kota Banjarbaru. Entah faktor gengsi atau semua musisi lokal sudah merasa menjadi musisi yang mabrur, atau bahasa gaulnya, lebay dalam bermusik. Seakan-akan musisi lokal disini sudah seperti band mapan Indonesia saja.

Begini lho mas, mbak, pak, bu…

Band lokal yang ingin berkembang, itu tidak bisa hanya hanya mengandalkan tampil di even-even lokal. Band asal Kalsel misalnya, jika ingin berkembang dan jadi musisi beneran ya harus berjuang pusatnya musik Indonesia.  Dimana lagi kalau bukan di Jakarta.

Kecuali bagi mereka yang menganggap musik hanya sekedar mengisi waktu luang atau sebagai sarana untuk menyalurkan hobi.

Dewa19 saja harus bersusah payah berjuang di Jakarta setelah hijrah dari Surabaya. Apalagi yang cuma band lokal di Banjarmasin atau di Batulicin.

Di luar negeri juga begitu. Jika ingin menjadi band besar, minimal harus sukses di Britania Raya. Jika ingin kesuksesan semakin mendunia, musisi harus berkarier di Amerika.

Walaupun punya skill segunung, jika tak dibekali kecerdasan dan referensi yang bagus, maka ujung-ujungnya hanya jadi musisi atraksi, bukan musisi dalam pengertian yang sebenarnya. Apalagi yang skill dam referensinya cuma satu ember.

Sehebat-hebatnya anda memainkan keyboard/piano, namun jika hanya unjuk gigi di daerah, ujung-ujungnya anda akan berprofesi sebagai tukang keyboard tunggal yang biasa menghibur di acara resepsi pernikahan.

Bagi saya musik hanya sekedar hobi, sekedar mengisi waktu luang. Musik juga ajang silaturahmi bagi saya. Jika pola pikir musisi lokal tak kunjung berubah, saya yakin musik daerah tak akan bisa berkembang.

Eehh…… Asik-asiknya ngobrol, teman yang lain nyeletuk, “Mimpi jadi musisi? Langkahi dulu mayat Kangen Band…! wong menyaingi kepopuleran Kangen Band aja nggak bisa, kok ngimpi jadi musisi nasional…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s