Saudi vs Iran


image

Oleh Puja Mandela

Jangan pernah beranggapan jika segala sesuatu yang berselisih paham itu hanya antara si A dan si B. Jangan lupakan C, D, E dan yang lainnya. Jadi jika ada yang tidak sepakat dengan si A, belum tentu dia pendukung si B. Begitupun sebaliknya.

Di dunia ini selalu ada yang berada di jalan yang lurus. Tidak kekanan, tidak pula ke kiri. Tapi yang berada ditengah-tengah ini kadang-kadang juga mbulet. Ya wajar, namanya juga ditengah.

Kalau ada soal ujian nasional pilihan ganda dengan pertanyaan, “pilih mana pemimpin kafir tapi jujur dengan pemimpin muslim tapi korupsi?

Yang harus disalahkan sebenarnya bukan pertanyaannya. Kenapa hanya ada dua pilihan.
Bukannya bisa panitia penyelenggara ujian nasional bisa menambahkan dua opsi lagi dengan menampilkan pilihan jawaban “pemimpin muslim yang jujur dengan pemimpin kafir tukang korupsi”.
Atau tambahkan saja jawaban alternatif seperti, pemimpin atheis yang jujur. Jadi ada lima pilihan ganda. Ini jelas jauh lebih variatif.

Tak selamanya yang berseberangan dengan pemerintah adalah fans fanatik Jonru. Soal Jonru ini memang banyak menyedot perhatian jamaah fesbukiyah. Sebab banyak sekali pernyataannya yang menyerang kebijakan pemerintahan hingga beberapa hal yang berbau agama.

Soal agama memang sangat sensitif jika dibahas. Tapi Jonru jelas lebih condong ke Saudi daripada ke Iran. Condongnya 90 derajat.

Tapi kan belum tentu yang tidak sepakat dengan Arab Saudi adalah pasti orang Iran, atau berfaham agama seperti mayoritas bangsa Iran. Begitupula sebaliknya. Yang kontra dengan Iran, belum tentu ia adalah barisan pendukung Arab Saudi yang bermazhab agama seperti mayoritas warga Saudi.

Ada beberapa hal yang saya sepakat dengan Saudi dan ada banyak hal yang tidak sepakat dengan mereka. Soal Iran, saya hanya sepakat soal kemandiriannya bernegara, tapi tidak sepakat soal paham agama dan kepercayaan mereka.

Seperti apapun citra Saudi dan Iran dimata dunia Islam, dan bagaimana tata cara ibadah khususnya warga Iran, utang Indonesia masih jauh lebih banyak daripada negara Iran. Permasalahan sosial negeri ini masih jauh lebih pelik daripada kedua negara tersebut.

Sementara Saudi sibuk membangun gedung-gedung pencakar langit dan Iran mandiri dengan produksi tank dan uranium nuklirnya, warga Indonesia lebih baik konsen memproduksi berbagai macam varian gorengan khas lokal seperti tempe mendoan kripik tempe, tahu tek, batagor, singkong goreng dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s